Batu Bara Sumut Liputanberita62.com
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, secara resmi membuka Pesta Tapai Tahun 2026 di selenggarakan di Desa Dahari Selebar, Sabtu (17/1/2026).
Geliat tahunan mengadopsi tema “Mo Kito Ramaikan” direncanakan berlangsung selama sebulan, sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026.
Malam awal pembukaan Pesta Tapai dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Ketua PKK Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara M. Safi’i, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Anggota DPRD Sumatera Utara Yahdi Khoir, unsur Forkopimda, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara Ny. Leli Syafrizal, Plh. Sekda, dsn sejumlah undangan.
Bupati Baharuddin Siagian pada sambutannya menegaskan, bahwa Pesta Tapai bukan sekadar pesta rakyat, melainkan simbol warisan budaya yang telah diwariskan secara temurun sejak masa kedatukan sekitar tahun 1760-an.
Tradisi menjadi bagian penting pada menyambut bulan suci Ramadan sembari momen strategis merangsang pertumbuhan perekonomian masyarakat.
“Pesta Tapai merupakan identitas budaya masyarakat Batu Bara yang harus tetap terjaga dan dilestarikan. Selain nilai budaya, geliat semacam ini berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” titur Bupati.
Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Bupati Batu Bara telah melakukan berbagai upaya promosi, dengan memasang baliho Pesta Tapai di sejumlah titik strategis di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, serta kabupaten/kota lainnya.
Strategi ini dilaksanakan untuk, memperkenalkan Pesta Tapai sebagai agenda budaya unggulan Kabupaten Batu Bara.
Di kesempatan ini, Baharuddin Siagian mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, khususnya dengan menyeragamkan tarif parkir serta harga lemang dan tapai.
“Demi kenyamanan pengunjung, kita harus bekerja sama untuk menyeragamkan tarif parkir agar tidak terlalu mahal, serta menyeragamkan harga lemang berdasarkan ukuran. Dengan demikian, pengunjung merasa nyaman, aman, dan tidak dirugikan oleh praktik harga yang tidak wajar,” tegasnya.
Baharudin Siagian sangat menyayangkan masih adanya oknum yang merusak citra pariwisata Kabupaten Batu Bara, termasuk tindakan menghadang wisatawan dari kapal pesiar.
“Saya tidak ingin lagi ada oknum yang merusak citra wisata di Kabupaten Batu Bara. Kita semua harus bersama menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan agar semakin banyak orang berkunjung ke daerah kita,” ketusnya.
Menutup sambutannya, Bupati Batu Bara mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar bersama memerangi penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, narkoba menjadi ancaman serius yang dapat menyebabkan hilangnya generasi penerus bangsa apabila tidak diberantas secara bersama.
Pada akhir rangkaian kegiatan Pesta Tapai, Bupati langsung berkeliling meninjau seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi di lokasi acara. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara dekat aktivitas para pedagang sekaligus mendengarkan langsung kondisi dan perkembangan usaha masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara menyampaikan rasa senang dan apresiasinya atas atas sambutan masyarakat serta meningkatnya penjualan para pelaku UMKM tahun ini. Para pedagang mengaku mengalami lonjakan peningkatan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan antusias, Bupati turut membeli dan mencicipi langsung berbagai makanan dan produk UMKM yang dijajakan di Pesta Tapai. Kehadiran dan interaksi langsung Bupati dengan para pedagang serta masyarakat menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Keramahan Bupati ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pedagang dan pengunjung merasa senang dan bangga karena pemimpin daerah hadir secara langsung, memberikan dukungan nyata, serta turut mencicipi hasil karya UMKM lokal.(S.Sitorus).





























