Liputanberit62.com – CIREBON. Satu per satu persoalan jalan rusak di Kabupaten Cirebon muncul ke permukaan.
Setelah sebelumnya warga Cirebon Timur turun ke jalan dengan menanam ikan lele di jalan jalan berlubang,
kali ini giliran warga di Kecamatan Greged. Hal itu lantaran selama bertahun-tahun ruas jalan Greged dan Beber dibiarkan rusak dan tidak ada perbaikan.
Kekecewaan semakin memuncak, ketika ada hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Dinas PUPR.
Rapat tersebut memutuskan, perbaikan jalan hanya akan dilakukan di tiga ruas yaitu Gebangilir-Waled, Sindanglaut-Pabuaran, dan Kalipasung-Serang.
Koordinator Aliansi Peduli Greged Beber, Ipul (35), mengaku tidak habis pikir dengan keputusan tersebut. Ia menilai Pemkab Cirebon seakan tidak peduli dengan kondisi jalan di Kecamatan Greged dan Beber, yang sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
“Kami masyarakat dari wilayah Kecamatan Greged mempertanyakan, kenapa Pemkab Cirebon tidak mencantumkan perbaikan untuk ruas jalan Halimpu-Wangkelang yang 6 tahun lebih kondisinya rusak berat,” kata Ipul, Rabu 16 April 2025.
Dia menyebutkan, Kecamatan Greged dan Beber merupakan bagian dari Cirebon Timur. Untuk itu seharusnya mendapat perhatian yang sama seperti wilayah lain. Namun kenapa, tidak ada ruas jalan tersebut dalam agenda perbaikan.
Ia meminta Pemkab dan DPRD Cirebon berlaku adil dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Akses jalan di sini sudah lama rusak, sangat mengganggu dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Greged. Kenapa wilayah kami tidak diperhatikan,” ungkapnya
Kondisi jalan yang memprihatinkan juga disampaikan oleh Supriyadi, Kasi Kesra Desa Durajaya. Ia menyebutkan, hampir seluruh desa di Kecamatan Greged mengalami kerusakan jalan yang parah, mulai dari Durajaya, Jatipancur, Nanggela, Gumulung Lebak, Greged hingga Kamarang.



































