PADEGLANG – Liputanberita62.com Tim Majelis Zikir Forwatu Banten melaksanakan riadoh dan doa bersama di Puncak Gunung Karang, Pandeglang, Banten, pada ketinggian 1.778 MDPL. Kegiatan spiritual ini menjadi wujud ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi masyarakat Banten Selasa 2 September 2025.
Dalam suasana sejuk, berkabut, dan penuh kekhusyukan, para anggota Majelis Zikir Forwatu Banten melantunkan doa serta dzikir di titik puncak yang dikenal dengan sebutan Sumur Tujuh. Puncak Gunung Karang sendiri sejak lama dipercaya sebagai salah satu tempat sakral yang sering dijadikan lokasi riadoh dan perjalanan spiritual oleh para ulama dan peziarah.
Ketua Majelis Zikir Forwatu Banten, Ki Jalu Pamungkas, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari perjalanan spiritual yang memiliki makna mendalam.
“Riadoh di Puncak Gunung Karang ini adalah sarana untuk membersihkan hati, menguatkan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari ketinggian ini, kami bermunajat agar masyarakat Banten senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari musibah, serta persaudaraan umat tetap terjaga,” ujar Ki Jalu Pamungkas.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh anggota Forwatu Banten.
“Saya berpesan kepada seluruh anggota Forwatu Banten agar tetap istiqamah dalam perjuangan, menjaga persatuan, dan tidak pernah lelah dalam mengabdi untuk kepentingan umat. Doa dan zikir harus menjadi pegangan utama agar langkah kita selalu diberkahi Allah SWT,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Forwatu Banten, Riswanto, menilai kegiatan ini bukan hanya ritual spiritual, melainkan juga bentuk penguatan ukhuwah.
“Doa bersama di Gunung Karang ini menjadi pengingat bahwa kita semua hanya hamba Allah. Dari sini kita belajar rendah hati, mempererat persaudaraan, dan menguatkan komitmen menjaga persatuan umat,” ungkap Riswanto.
Doa-Doa Khusus
Dalam kesempatan itu, doa-doa khusus dipanjatkan untuk Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten), di antaranya:
“Ya Allah, jadikanlah Forwatu Banten sebagai wadah perjuangan yang istiqamah dalam membela kebenaran dan keadilan.”
“Ya Allah, satukanlah hati seluruh pengurus dan anggota Forwatu Banten, jauhkan mereka dari perpecahan, iri dengki, dan fitnah.”
“Ya Allah, kuatkanlah langkah perjuangan Forwatu Banten, mudahkan segala urusannya, dan jadikan setiap gerakannya membawa maslahat bagi umat.”
“Ya Allah, limpahkanlah rezeki yang halal dan keberkahan bagi para anggota Forwatu Banten, serta jadikan mereka pribadi yang ikhlas dalam berkhidmat.”
“Ya Allah, jadikanlah Forwatu Banten sebagai cahaya persaudaraan, pengikat silaturahmi, dan penjaga kondusivitas di Banten.”
Selain itu, doa-doa khusus juga dipanjatkan untuk Arwan, Presidium Forwatu Banten:
“اللهم احفظ أرون في صحته وعافيته، وبارك في عمره، واجعله من عبادك الصالحين”
(Ya Allah, lindungilah Arwan dalam kesehatan dan keselamatannya, berkahilah umurnya, dan jadikan ia hamba-Mu yang saleh).
“اللهم وفق أرون لما تحب وترضى، ووفقه في خدمته للأمة والدين”
(Ya Allah, bimbinglah Arwan menuju apa yang Engkau cintai dan ridai, serta mudahkan langkahnya dalam mengabdi untuk umat dan agama).
“اللهم ارزق أرون الصبر والقوة والحكمة في كل أمر”
(Ya Allah, anugerahkanlah kepada Arwan kesabaran, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam setiap urusan).
Doa yang bergema dari Puncak Gunung Karang itu menjadi simbol kebersamaan dan tekad kuat Forwatu Banten untuk terus berjuang dengan landasan spiritual yang kokoh. Dari ketinggian alam, manusia kembali menundukkan hati, menyadari kebesaran Allah SWT, serta memohon ampunan dan ridha-Nya.



































