Ormas Badak Banten DPC RangkasBitung Desak Pemerintah Kabupaten Lebak Segera Tindak Lanjuti Banjir di Cimesir dan Cihareno.

Banten, Berita, Nasional299 Dilihat

LEBAK – LiputanBerita62.com Genangan air yang terus menghantui warga Kampung Cimesir, Desa Rangkasbitung Timur, serta Kampung Cihareno, RT 01 RW 03, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kini memicu gelombang protes dan keprihatinan mendalam dari Ormas Badak Banten DPC Rangkasbitung Senin 13/10/2025.

Banjir yang sudah berulang kali terjadi setiap turun hujan deras ini, bukan lagi sekadar musibah alam, melainkan bukti nyata lemahnya perhatian dan respon cepat pemerintah daerah terhadap penderitaan masyarakat.

Ketua Badak Banten DPC Rangkasbitung, Hendrik alias Gobreg, dengan nada tegas dan lantang menyampaikan sikap ormasnya:

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk segera turun tangan! Jangan hanya duduk manis di kantor dan menunggu laporan. Ini sudah bertahun-tahun warga terendam. Mereka lelah dengan janji, mereka butuh aksi nyata! Pemerintah jangan pura-pura tidak tahu,” ujar Hendrik dengan nada geram.

Hendrik juga menegaskan, banjir di dua titik wilayah tersebut bukan semata akibat cuaca ekstrem, melainkan karena buruknya sistem drainase, pendangkalan saluran air, dan tidak adanya kontrol pembangunan di sekitar jalur aliran air.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk rapat koordinasi. Warga sudah menderita cukup lama. Kami ingin pemerintah benar-benar turun ke lokasi, dengarkan keluh kesah warga, dan segera lakukan normalisasi saluran air,” tambahnya.

Suara lantang Hendrik juga diamini oleh warga terdampak. Salah seorang warga Cihareno, bernama Ujang (45), mengaku sudah bosan dengan banjir yang terus datang setiap kali hujan turun.

“Tiap hujan besar pasti rumah saya

terendam. Kasur, alat rumah tangga, semua rusak. Kami sudah lapor berkali-kali, tapi nggak ada tindakan. Kadang kami merasa seolah-olah kami bukan bagian dari Kabupaten Lebak,” ujar Ujang dengan nada kecewa.

Sementara itu, Ibu Siti (38), warga Kampung Cimesir, juga menyampaikan hal serupa.

“Anak-anak kami susah tidur, takut setiap dengar hujan. Tolonglah pemerintah, jangan cuma datang waktu ada kamera. Kami butuh solusi, bukan foto-foto simpati,” ujarnya lirih.

Di akhir pernyataannya, Hendrik menegaskan bahwa Badak Banten DPC Rangkasbitung akan terus mengawal persoalan ini dan siap turun bersama masyarakat jika tidak ada tindakan konkret dari pihak terkait.

“Kami tidak main-main. Jika Pemkab Lebak terus menutup mata, kami bersama warga akan turun langsung menyuarakan kebenaran di lapangan. Ini bukan ancaman, ini panggilan nurani!” tegas Hendrik alias Gobreg.

Banjir di wilayah Cimesir dan Cihareno kini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Lebak agar segera melakukan langkah nyata, bukan lagi janji kosong. Karena bagi warga, setiap tetes air yang menggenang adalah bukti bahwa janji pemerintah masih tenggelam di atas penderitaan rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *