Ormas Badak Banten DPC Rangkasbitung: “Tegas Bukan Berarti Kejam — Suara Hati Untuk Ibu Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga”

Banten, Berita, Nasional166 Dilihat

LiputanBerita62.com Rangkasbitung – Badak Banten DPC Rangkasbitung

Ketegasan seorang pemimpin bukanlah kesalahan, melainkan bentuk cinta yang paling tulus terhadap generasi penerus bangsa.
Inilah yang ditunjukkan oleh Ibu Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, yang berlokasi di Jl. Raya Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Sosok beliau dikenal disiplin dan berani menegur peserta didik karena merokok di area sekolah — kawasan yang secara hukum telah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok.

Namun ironisnya, sikap tegas itu justru dibalas dengan cobaan: beliau dinonaktifkan hanya karena menegakkan aturan dan menjaga marwah pendidikan.
Padahal, tindakan beliau bukan kekerasan, tetapi pengabdian dan kasih sayang seorang ibu terhadap anak didiknya.

“Guru menegur bukan karena benci, tapi karena cinta. Karena di balik teguran ada harapan agar muridnya menjadi manusia yang lebih baik,”
ujar salah satu guru senior SMAN 1 Cimarga dengan mata berkaca-kaca.


DASAR HUKUM SUDAH JELAS DAN TEGAS

  1. PP No. 109 Tahun 2012 – Sekolah wajib menjadi kawasan tanpa rokok.
  2. Permendikbud No. 64 Tahun 2015 – Setiap warga sekolah dilarang merokok di lingkungan sekolah.
  3. Perda Provinsi Banten No. 1 Tahun 2017 – Sekolah termasuk kawasan larangan aktivitas merokok.

Maka, langkah yang diambil oleh Ibu Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga bukan pelanggaran, melainkan pelaksanaan hukum dan amanah moral pendidikan.


SUARA TEGAS DARI KETUA ORMAS BADAK BANTEN DPC RANGKASBITUNG – HENDRIK GOBREG

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPC Ormas Badak Banten Rangkasbitung, Hendrik GOBREG, angkat bicara dengan nada tegas namun penuh makna kemanusiaan:

“Kami Ormas Badak Banten tidak akan tinggal diam melihat pendidik yang menegakkan aturan justru diperlakukan tidak adil.
Ketegasan Ibu Kepala Sekolah bukan kesalahan — itu bukti cinta terhadap murid-muridnya.
Kalau seorang guru dihukum karena menegakkan disiplin, maka di mana letak moral pendidikan kita?”

Hendrik menegaskan bahwa sekolah harus dijaga dari kebiasaan buruk, karena di sanalah karakter bangsa dibentuk.
Menurutnya, teguran seorang guru adalah bentuk kasih sayang, bukan kekerasan.

“Kami mengingatkan para wali murid, jangan jadikan anak kita korban dari sikap manja terhadap disiplin.
Jika hari ini guru ditegur karena menegur, maka besok siapa lagi yang berani membentuk akhlak anak-anak kita?”
tegas Hendrik GOBREG, penuh emosi namun berwibawa.

Ia juga menambahkan pesan menyentuh hati untuk semua pihak yang peduli pada dunia pendidikan:

“Hormati guru, karena dari merekalah kita mengenal huruf, mengenal ilmu, dan mengenal arti kehidupan.
Jangan biarkan jasa-jasa guru terkubur hanya karena salah tafsir atas ketegasan.
Guru bukan musuh anak, tapi benteng terakhir moral bangsa.”


ORMAS BADAK BANTEN DPC RANGKASBITUNG TEGAS BERDIRI

Ormas Badak Banten DPC Rangkasbitung menegaskan sikap:
Mendukung penuh Ibu Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, dan menyerukan agar dunia pendidikan tidak tunduk pada tekanan yang melemahkan disiplin moral.

Bagi Badak Banten, seorang guru adalah pejuang nilai dan penjaga generasi.
Ketegasan mereka bukan untuk menakuti, tapi untuk menyelamatkan.

“Guru adalah pelita yang rela terbakar demi menerangi jalan anak bangsa.”


PENUTUP

Kami, Ormas Badak Banten DPC Rangkasbitung, berdiri tegak menyuarakan kebenaran:
Ketegasan bukan kekerasan,
Disiplin bukan kejam,
Dan guru — adalah pahlawan yang tak pernah meminta balasan.


ORMAS BADAK BANTEN DPC RANGKASBITUNG
“Berani Karena Benar — Bergerak Demi Moral Bangsa.”


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *