Forwatu Banten Cari ‘Pahlawan’ untuk Ibu Rukiyah: Ironi 500 Meter dari Kantor Bupati, Rumah Nyaris Roboh Jadi Saksi Bisu Pembangunan”

Banten, Berita, Nasional394 Dilihat

Lebak – Liputanberita62com | Senin, 10 November 2025

Momentum Hari Pahlawan Nasional menjadi cambuk nurani bagi para pengurus Forum Warga Tuntas (Forwatu) Banten. Di tengah gegap gempita pembangunan yang digaungkan dengan slogan Lebak Ruhay-nya, ternyata masih ada warga yang hidup di bawah atap nyaris roboh — hanya selemparan batu dari Kantor Bupati Lebak.

Adalah Ibu Rukiyah, warga Kampung Pasir Sukarakyat, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. Rumah kecil pengap yang ia huni bersama enam anak dan seorang anak penyandang gangguan jiwa berdiri rapuh hanya 500 meter dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak. Sepuluh tahun lamanya ia menanti uluran tangan pemerintah, namun harapan itu belum juga terwujud.

Suaminya, seorang pemulung di wilayah Rangkasbitung, berjuang setiap hari demi sesuap nasi. Namun kehidupan mereka tetap saja berkutat di batas kemiskinan.

Presidium Forwatu Banten, Arwan, menegaskan bahwa kunjungan sosial ini bukan sekadar seremonial, tetapi panggilan nurani di Hari Pahlawan Nasional.

“Kami datang bukan untuk pencitraan, tapi karena soal marwah! Rumah nyaris roboh ini berdiri di tengah megahnya pusat pemerintahan. Ini ironi yang harus jadi perhatian semua pihak!” tegas Arwan di depan rumah reyot Ibu Rukiyah, Senin (10/11).

Arwan menambahkan, momentum Hari Pahlawan harus dimaknai sebagai semangat menolong sesama — bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi melanjutkan perjuangan dengan aksi nyata.

“Kami mencari pahlawan untuk Ibu Rukiyah. Siapapun yang bisa ikut membantu membangun rumahnya, akan kami doakan. Termasuk bila Bupati Hasby mau turun tangan langsung, itu akan menjadi wujud nyata ‘Pahlawan untuk Ibu Rukiyah’,” ujarnya penuh haru.

Sementara itu, Gatot Supriono, Wakil Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan Forwatu Banten, mengungkapkan langkah konkret yang akan segera diambil pihaknya.

“Kami akan mulai dengan identifikasi dan membuat surat permohonan resmi kepada Kelurahan, Kecamatan, hingga Bupati Lebak melalui Kesra dan Baznas. Semoga minggu depan sudah ada tindak lanjut nyata,” ujarnya optimistis.

Dalam kegiatan tersebut, Forwatu Banten juga menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga Ibu Rukiyah.

Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Rukiyah memeluk Presidium Forwatu Banten sambil mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih, Pak… kami benar-benar dibantu. Kami berdoa semoga ada pahlawan yang mau menolong kami, semoga pemerintah dengar jeritan kami,” ucapnya terbata-bata.

Kunjungan sosial ini menjadi cermin ketimpangan sosial yang masih membayang di jantung pemerintahan Kabupaten Lebak. Di tengah ambisi pembangunan yang megah, masih ada rakyat kecil yang terhimpit di balik dinding reyot kemiskinan.

Hari Pahlawan tahun ini seolah mengingatkan: Menjadi pahlawan tidak harus berperang di medan laga, cukup membuka mata dan hati untuk sesama yang nyaris terlupakan.

Achmad Khotib Kaperwil Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *