Menanti Diresmikan Presiden bulan Agustus, Kopdes Merah Putih Akan Jadi Harapan Baru Warga

Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Perkembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kota Pematangsiantar menunjukkan dinamika baru yang mengarah pada penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Saat ini, terdapat lima Kopdes yang tengah dalam proses pembangunan dan tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Siantar Martoba dan Kecamatan Siantar Timur. Kehadiran Kopdes tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan, menyampaikan bahwa salah satu progres paling signifikan terlihat di Kelurahan Tomuan. Bangunan Kopdes di wilayah tersebut telah rampung dan direncanakan akan diresmikan secara nasional pada Agustus mendatang oleh Presiden.

“Peresmian ini tidak hanya menjadi simbol kesiapan infrastruktur, tetapi juga menandai komitmen pemerintah dalam mendorong kebangkitan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan,” ujar Herbert Aruan.

Meski demikian, untuk dukungan operasional seperti bantuan kendaraan dari pemerintah pusat, pihak daerah masih menunggu kebijakan lanjutan. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah masih terus berlangsung, terutama dalam memastikan keberlanjutan operasional Kopdes yang telah dibangun.

Di sisi lain, sejumlah Kopdes yang sebelumnya telah berjalan kini kembali didorong untuk aktif. Beberapa di antaranya sempat mengalami kevakuman, salah satunya dipengaruhi momentum libur Lebaran yang menyebabkan aktivitas usaha melambat.

“Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai upaya dilakukan, termasuk memberikan motivasi kepada pengurus serta menjalin kemitraan dengan perusahaan lain,” katanya.

Ia menjelaskan, langkah konkret dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra, seperti Bulog dan perusahaan distribusi asal Surabaya, Kana. Kemitraan ini difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok, seperti gula, guna memperkuat lini usaha Kopdes, khususnya di Kelurahan Tomuan.

Sementara itu, untuk Kopdes yang telah beroperasi, permodalan masih bertumpu pada sistem simpan pinjam dari anggota. Model ini dinilai relevan sebagai fondasi awal dalam membangun kemandirian koperasi.

Ke depan, pemerintah daerah berharap seluruh Kopdes yang sedang dibangun maupun yang diaktifkan kembali dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Ibrahim Saragih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *