Liputanberita62.com- MANADO. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Yayasan Pelayanan So Tou Tumpu Tou (ST4) di Jakarta membantu 10 warga kurang mampu di Manado dan Minahasa Selatan (Amurang, red).
Ketua Umum DPP GPPMP 14 Februari 1946 Dr Jeffrey Rawis dan Ketua Umum DPP GPMPI Ev. Dr Siti Hadijah membenarkan yayasan yang dipimpinnya, merasa terpanggil untuk membantu warga Manado dan Minahasa Selatan.
”Ya, namanya Yayasan Pelayanan Si Tou Tumou Tou (ST4). Yayasan ST4 ini didirikan oleh fungsionaris GPPMP (Ketum Dr. Jeffrey Rawis) dan GPMPI (Ketum Dr. Siti Hadijah) tahun 2022. Yayasan nirlaba ini sudah terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia,” ujar Rawis dan Hadijah.
Lanjut Rawis pemberian bantuan diatas sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan. Yayasan ST4 sebarkan 10 paket donasi Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di sejumlah tempat.
Dr.Jeffrey Rawis yang didampingi Ev. Dr. Siti Hadijah menjelaskan, kalau keduanya adalah inisiator berdirinya Yayasan ST4.
”Selain itu, mereka juga adalah Pengawas Yayasan ST4 Jakarta. Artinya, dalam pemberitaan diatas biarlah kami yang adalah inisiator menyambangi langsung kepada penerima. Diakuinya, tentunya untuk mendapatkan warga kurang mampu harus berkoordinasi dengan DPD dan DPC GPPMP se-Sulawesi Utara,” jelasnya.
Sebagai penerima pertama adalah Louis asal Maluku Tenggara. Sejak kecil ananda Louis bercita-cita menjadi Pastor, tapi belum kesampaian. Banyak kendalanya. Anak desa dari pedalaman Maluku Tenggara ini akhirnya “terdampar” di Manado.
”Atas dorongan banyak orang, dia memilih bersekolah di SMK 5 Manado. Louis tinggal bersama tantenya di Manado yang juga sakit-sakitan serta hidup bersama tiga anak kecil mereka . Suami bekerja tapi pendapatan minim. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Louis berkerja paruh waktu antara lain, bersih-bersih rumah atau halaman rumah yang ada di kawasan Griya Paniki Indah Mapanget,” kata Rawis sebagaimana diceritakan.
Menurutnya, jika bekerja seharian Louis diberikan Tanda Kasih Rp. 100,000 oleh keluarga yang dia bantu. Dalam sepekan Louis hanya bekerja +/- dua kali. Louis berterimakasih kepada pemberi donasi Natal 2024.

Selanjutnya, penerima kedua, Norma T (50) seorang penyapu jalan di Jalan Martadinata Manado. Kami temui Norma pagi ini (25/12/24) seusai ibadah Natal. Sebelum Norma ke gereja jam 09:00 dia bekerja bersihkan sampah yang dibuang warga sejak jam 05:00 wita.
Sementara itu, penerima ketiga adalah sepasang suami isteri penjaga kuburan di Kayuwatu. Halim (55) beragama Muslim dan istrinya Ester (51) Kristen. Mereka berdua sudah lebih 20 tahun bekerja sebagai pembersih dan pengawas kuburan Taman Arimatea dengan gaji di bawah UMR. Yang digaji hanya Halim saja. Mereka diberikan rumah sederhana sebagai tempat tinggal keluarga.
Penerima Keempat: Soni Binilang (57). Kaki kiri buntung kena amputasi karena dampak diaberes. Soni pernah domisili lama di Palu Sulteng. Terkini hidup sebatang kara di kawasan Perumahan Asabri Minahasa Utara.
”Soni adalah seorang seniman dan juga penulis senior. Keterbatasan fisik tak menghalangi Soni untuk berbuat sesuatu yang produktif. Bersama seorang teman mereka merintis pembuatan alkohol 90% dari bahan baku air Pohon Aren yg disuling utk ditingkatkan menjadi BBM atau EBT (energi baru terbarukan). Soni kirim salam natal buat donatur,” ungkap Ketum sebagaimana dikutip dari Soni.
Penerima Kelima & Keenam: (1). Bena (50an) seorang penyintas keterbelakangan mental selama puluhan tahun di desa Parepei, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Beberapa tahun lalu, sewaktu ibunya masih hidup, atas dukungan banyak donatur kami bersama rekan Joppie Worek menggalang dukungan dana sehingga terbangun rumah layak huni.
”Rumah itu seperti tampak dalam foto. Sebelumnya mereka hanya berdiam di bawah tenda yang lusuh. Bena menerima bantuan natal disaksikan Bapak Deni Pelenewen/tetangga yang sering menemani Bena. Deni juga yang merekomendasikan penerima ke-6 yi (2). Seorang janda Mongkau-Supit di desa yang sama,” tegas Hadijah.
Hadijah menjelaskan lagi, janda ini hidup bersama dua anak dewasa pengangguran. Salah satunya sakit berat.
”Mereka hanya tinggal /numpang di sebuah bangunan tempat gilingan padi milik orang lain di Parepei. Mereka berterimakasih atas donasi natal tersebut,” ungkapnya mengakhiri percakapan.
Catatan: Untuk penyerahan donasi, diwakili Dr. Dra. Grace Jenny Soputan, MSi, Jopie Worek, Ferry BM Rende, Andries Pattyranie dan Ferry Rippo. (*tim-Lb62)



































