Cirebon | Liputanberita62.com – Di desa Putat Kabupaten Cirebon , proyek rabat beton dan Hotmix yang bersumber dari Dana Desa (DD), diduga tidak sesuai spesifikasi dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Warga Putat, menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian pekerjaan dengan RAB pada proyek pembangunan rabat beton dan Hotmix di Desa Putat Kabupaten Cirebon, fakta ini diperkuat dengan adanya dokumentasi di lapangan.
RH Warga Putat menuturkan kualitas pekerjaan dan matrial yang digunakan patut dipertanyakan dengan sistem pekerjaan yang asal asalan.
RH juga mengatakan sehubungan dengan adanya informasi yang diterima terkait pekerjaan rabat beton dan Hotmix yang bersumber dari dana desa tahun 2025 :
- kualitas pekerjaan maupun material yang digunakan dalam proyek ini patut dipertanyakan. Ia menilai proses pengerjaan terkesan dilakukan asal-asalan tanpa mengindahkan standar teknis, yang berpotensi merugikan masyarakat dalam jangka panjang. “Pembangunan rabat beton di Dusun 02 senilai Rp43.720.000 dan proyek hotmix jalan gang di Dusun 03 senilai Rp77.280.000 kami temukan adanya kejanggalan, terutama terkait dugaan penurunan mutu beton oleh penyedia material. Ini jelas akan berdampak terhadap kualitas jalan yang dibangun,” tegasnya.
Dengan adanya hal seperti ini Anggaran Dana Desa menjadi perhatian serius setelah ditemukan dugaan adanya mark-up dan indikasi yang melibatkan oknum pejabat desa Putat.
Pasalnya berdasarkan hasil pantauan Warga dan Media , beberapa waktu lalu terkait pembangunan rabat beton dan Hotmix di desa Putat diduga pihak TPK Desa memanipulasi data RAB yang sudah ditentukan di papan informasi. “jelas Warga Putat.
Pembangunan jalan rabat beton yang telah di biayai oleh Dana Desa (DD), diduga tidak memiliki pengawasan yang jelas, hal ini memunculkan kecurigaan adanya konspirasi dari oknum pejabat desa Putat.
Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Kuwu Desa Putat, Ramin tidak dapat memberikan komentar ketika dikonfirmasi melalui no WhatsApp nya dan Sekretaris Desa (Sekdes) Adang , belum memberikan klarifikasi dan jawaban kepada tim Media, demi perimbangan dalam pemberitaan terkait dugaan mark-up pembangunan rabat beton dan hotmix.






























