Kantor Desa Putat Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Photo : Media Liputanberita62.com
Cirebon | Liputanberita62.com, Kelakuan Sekertaris Desa ( Sekdes ) Putat Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon tidak patut untuk ditiru Rabu (8/10/25).
Sekdes Adang Hidayat Desa Putat yang kini masih menjabat diduga kuat memalsukan tanda tangan Kuwu dan sampai sekarang kasusnya belum selesai dan di Soalkan oleh masyarakat.
Tak hanya itu oknum sekdes di kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon ini juga diduga nilep uang hasil tanah bengkok milik teman-nya sendiri.
Adanya kejadian tersebut, mengundang reaksi BPD yang meminta kuwu untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada, bahkan meminta kuwu memberi sanksi berat terhadap sekdes tersebut.
hal ini disampaikan Yayat sudrajat sebagai kepala seksi pemerintahan kecamatan sedong kepada media.
“Kejadian di desa putat terkait hal tanah bengkok dan pemalsuan dokumen memang benar, bahkan BPD meninta kuwu untuk memberi sanksi berat terhadap sekdes Putat, adang, kuwu sendiri sudah memberi teguran terhadap yang bersangkutan” Jelas yayat.
Sementara itu, ketua BPD Putat, Deni, saat ditanyakan dirinya nenjelaskan.
“BPD tidak meminta kuwu untuk memecat sekdes hanya meminta roolling dan usulan dari sebagian masyarakat,BPD kurang puas dengan hanya sekdes diberi teguran lisan oleh kuwu ” Tuturnya.
Dan didapati informasi dari seorang warga yang belum bisa dituliskan disini namanya, warga Putat ini mengaku kalau dirinya juga masih saudaranya kepala desa (kuwu) ramin. Bahkan pernah menjadi tim sukses pemenangan pemilihannya pada pemilihan calon kepala desa (pilwu) putat periode 2019 lalu.
Namun karena sesuatu hal, dirinya terpaksa menjauh. “saya, dan ulis (sekdes) adang hidayat, serta kuwu (kades) ramin itu masih bersaudara. dari yang saya tau, buntut dari semua masalah yang ada dan terjadi didesa putat ya itu-itu aja orangnya. nih kuwu/kades, dari setiap periodenya. Selalu, jika 3 tahun menjelang masa jabatannya berakhir. kuwu/kades disini seperti orang yang terkena “sihir”, dari mulai malas datang ke kantor desa hingga sampai menyerahkan pekerjaan. siapapun itu yang jadi kuwunya (kadesnya), ini kelihatan seperti mitos tapi fakta adanya”, ujar warga putat ini.
Terlepas benar tidaknya mitos atau fakta tersebut, wartawan media ini lebih tertarik menginvestigasi keterkaitan saudara (smenda) kades dan sekdesnya itu tadi.


































