Simalungun Sumut,Liputanberita62.com – Tim Inafis satuan Reserse Kriminal dari Polres Simalungun menunjukan kinerja profesional dalam mengungkap kasus kematian misterius seorang pria dialiran sungai bondar simpangan bolon.kelurahan Huta Bayu.Rabu sore (11/2/2026) meski penyebab kematian sudah terungkap lewat otopsi motif di alik kejadian ini masih terus didalami.
Tim Inafis kami bekerja maksimal sejak laporan masuk.Dari olah TKP hingga otopsi semua dilakukan secara profesional dan teliti.Hasilnya,penyebab kematian sudah terungkap tapi motif kejadian masih didalami lebih lanjut,”ujar kepala Reserse Kriminal Polres Simalungun AKP Herison Manullang,saat dikonfirmasi Kamis (12/2/2026) pukul 15.10 Wib.
Kasus bermula ketika warga jenajah seorang mengapung aliran sungai Bondar Simpangan Bolon pada Rabu sekitar pukul 16.00 Wib korban diintifikasi Chu Wan Le Simanjuntak (37 tahun) seorang pekerja wiraswasta yang tinggal spintu-pintu.Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi. Hasil otopsi pemeriksaan luar dan dalam mengungkap fakta mengejutkan.
Ditemukan pendarahan di rongga kepala yang ditandai dengan adanya darah di dalam rongga kepala serta patah atau retak tulang dasar tengkorak (fraktur basis cranii). Ada pula luka lecet antemortem atau luka sebelum kematian hampir di seluruh wajah, luka robek di kepala kiri luar, dahi kiri dan kanan, kelopak mata, serta pangkal hidung.
“Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami pendarahan di rongga kepala akibat trauma tumpul. Pendarahan ini mengganggu sistem saraf pusat pernapasan yang berujung asfiksia atau mati lemas. Itu penyebab kematiannya,” ungkap Kasat Reskrim memaparkan hasil otopsi secara detail.
Selain luka antemortem, ditemukan juga luka lecet postmortem atau luka setelah kematian di tangan, kaki, dan punggung. Sumber trauma yang menyebabkan kematian adalah trauma tumpul, namun bagaimana trauma itu terjadi masih menjadi fokus penyelidikan.
“Penyebab kematian sudah jelas dari hasil otopsi Tim Inafis kami. Tapi motif dan kronologi lengkap kejadian masih terus kami dalami. Apakah ini kecelakaan, perkelahian, atau ada unsur lain, semua masih dalam penyelidikan intensif,” tegas AKP Herison.
Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/01/II/2026/Polsek Tanah Jawa tertanggal 11 Februari 2026. Setelah otopsi selesai, jenazah Chu Wan Lee Simanjuntak dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Tim Inafis kami telah bekerja maksimal dengan dokumentasi lengkap. Situasi di lokasi aman dan kondusif. Penyelidikan terus berlanjut hingga motif terungkap tuntas,” tutup Kasat Reskrim.
(Ibrahim Saragih)






























