Siantar Sumut,Liputanberita62.com – Ratusan pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar mogok kerja pada Selasa (24/2/2026).
Aksi mogok tersebut menyebabkan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Kota Pematangsiantar terhenti sementara.
Mogok kerja dilakukan para sopir dan kernet mobil pengangkut sampah DLH Kota Pematangsiantar.
Mereka mengaku keberatan atas kebijakan yang diterapkan Sekretaris DLH Kota Pematangsiantar, Santo Simanjuntak, yang dinilai terlalu memberatkan pegawai lapangan.
Sejumlah pegawai menyebut Sekretaris DLH bersikap arogan, termasuk melarang petugas memanfaatkan barang-barang bekas atau sampah bernilai ekonomis.
Padahal, hasil penjualan barang bekas tersebut selama ini menjadi tambahan penghasilan bagi kernet mobil pengangkut sampah.
“Terlalu arogan Sekretaris DLH ini. Banyak aturannya. Padahal kernet mobil pengangkut sampah bisa mendapat uang tambahan dari sampah itu,” ujar beberapa pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Pegawai juga mengungkapkan, hasil dari barang bekas tersebut kerap digunakan untuk membeli peralatan kerja seperti garpu dan keranjang sampah guna menunjang operasional pengangkutan sampah di lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi mogok kerja DLH Kota Pematangsiantar ini melibatkan sopir dan kernet dari sekitar 60 unit mobil pengangkut sampah.
Dampaknya, sejumlah titik di Kota Pematangsiantar mulai mengalami penumpukan sampah karena tidak adanya pengangkutan seperti biasanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Sekretaris DLH Kota Pematangsiantar, Santo Simanjuntak, belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan pegawai maupun aksi mogok kerja yang terjadi.
(Ibrahim Saragih)




































