KING BADAK: Bergabungnya M. Nabil Jayabaya Berpotensi Menjadi Pintu Masuk Menuju Nahkoda DPC Demokrat Lebak

LEBAK –LiputanBerita62.com Dinamika politik di Kabupaten Lebak kembali menunjukkan geliat menjelang kontestasi politik mendatang. Bergabungnya Moch. Nabil Jayabaya dalam keluarga besar Partai Demokrat pada Musyawarah Daerah (Musda) V Demokrat Banten menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk pengamat politik lokal Minggu 2 Agustus 2026.

Pengamat politik Banten, H. Eli Sahroni, yang akrab disapa King Badak, menilai langkah yang diambil Bendahara Umum DPP GAPENSI tersebut bukan sekadar perpindahan politik biasa. Menurutnya, keputusan itu dapat menjadi langkah strategis yang membuka peluang bagi Nabil Jayabaya untuk menakhodai DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak.

“Masuknya Nabil Jayabaya ke Partai Demokrat merupakan sinyal politik yang patut diperhatikan. Ini bukan hanya soal bergabung dengan sebuah partai, tetapi juga tentang hadirnya figur yang dinilai memiliki kapasitas membangun kekuatan politik baru di Lebak,” ujar King Badak.

Selama ini, Moch. Nabil Jayabaya dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses dan kerap dijuluki masyarakat sebagai “Sultan Mutiara”. Di luar aktivitas bisnisnya, ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu pembangunan infrastruktur sederhana hingga menyerap langsung aspirasi masyarakat di berbagai pelosok Kabupaten Lebak.

Menurut King Badak, kombinasi pengalaman organisasi, jejaring bisnis melalui GAPENSI, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal sosial yang cukup kuat bagi Nabil dalam membangun pengaruh politik.

Pasca bergabungnya Nabil Jayabaya di tingkat wilayah, berbagai spekulasi mulai berkembang mengenai arah karier politiknya.

King Badak menilai peluang Nabil untuk memimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang direncanakan berlangsung pada akhir Agustus mendatang cukup terbuka. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tetap berada di tangan mekanisme organisasi dan para pemegang hak suara di internal Partai Demokrat.

“Apabila mendapat dukungan dari kader dan mengikuti mekanisme partai, peluang Nabil menjadi Ketua DPC Demokrat Lebak tentu sangat terbuka,” katanya.

Lebih jauh, King Badak memandang bahwa kepemimpinan di DPC Demokrat dapat menjadi batu loncatan penting bagi perjalanan politik Nabil Jayabaya menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak pada masa mendatang.

Menurutnya, apabila dipercaya memimpin Demokrat Lebak, posisi tersebut akan memperkuat daya tawar politik Nabil dalam berbagai skenario koalisi maupun pencalonan, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.

“Memimpin sebuah partai besar tentu menjadi modal politik yang sangat penting. Dari sana akan terbentuk komunikasi, konsolidasi, serta kekuatan politik yang lebih terstruktur menjelang Pilkada,” jelasnya.

Di akhir pandangannya, King Badak menilai kehadiran Moch. Nabil Jayabaya berpotensi membawa energi baru bagi Partai Demokrat di Kabupaten Lebak.

Menurutnya, Demokrat berpeluang memperoleh figur muda yang memiliki pengalaman organisasi, jaringan yang luas, serta kedekatan dengan masyarakat. Sementara bagi Nabil, Partai Demokrat dapat menjadi ruang pengabdian politik untuk memperjuangkan pembangunan daerah melalui jalur konstitusional.

“Semua tentu akan ditentukan oleh dinamika politik ke depan. Namun yang pasti, bergabungnya Nabil Jayabaya menjadi salah satu momentum yang layak dicermati masyarakat Lebak. Publik kini menantikan bagaimana arah Muscab Demokrat pada akhir Agustus nanti dan seperti apa peta politik yang akan terbentuk menjelang Pilkada,” pungkas King Badak..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *