BANTEN —LiputanBerita62.com Membangun perusahaan bukan semata tentang mengejar pertumbuhan bisnis dan pencapaian ekonomi. Di balik perjalanan sebuah usaha, terdapat tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan, membangun hubungan yang sehat, serta memastikan setiap proses berjalan dengan profesional dan berintegritas.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari cara pandang TB Atang Solihin, Direktur CV Esyindo Entara Sinergi Indonesia, dalam menjalankan kiprahnya di dunia usaha.
Bagi TB Atang Solihin, kepercayaan merupakan modal penting yang tidak lahir secara instan. Kepercayaan dibangun melalui proses panjang, konsistensi, komunikasi, serta keberanian untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan langkah yang diambil.
«“Kepercayaan tidak bisa dibeli dan tidak bisa dibangun dalam satu malam. Kepercayaan tumbuh dari bagaimana kita bersikap, bekerja, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah kita lakukan.”»
Pandangan tersebut menjadi semakin relevan di tengah dunia usaha yang terus berubah. Persaingan yang semakin dinamis menuntut perusahaan bukan hanya mampu berkembang, tetapi juga memiliki fondasi profesionalisme yang kuat.
Bagi TB Atang Solihin, setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.
«“Setiap tantangan adalah bagian dari perjalanan. Yang terpenting bukan bagaimana kita menghindari masalah, tetapi bagaimana kita mampu menyikapinya dengan kepala dingin, melakukan evaluasi, lalu memperbaiki apa yang masih kurang.”»
Dalam dunia usaha, reputasi tidak dibangun hanya melalui nama besar perusahaan. Reputasi lahir dari proses panjang, rekam jejak, konsistensi, serta bagaimana sebuah perusahaan mempertahankan kepercayaan para pihak yang bekerja sama dengannya.
Karena itu, TB Atang Solihin menempatkan integritas sebagai salah satu fondasi penting dalam menjalankan usaha.
Menurutnya, hubungan dengan mitra, pekerja maupun lingkungan sosial harus dibangun melalui komunikasi yang baik, keterbukaan dan tanggung jawab.
«“Bagi kami, usaha boleh tumbuh dan berkembang, tetapi integritas tidak boleh ditinggalkan. Sebab ketika integritas hilang, maka kepercayaan juga akan ikut hilang.”»
Prinsip tersebut menjadi bagian dari perjalanan CV Esyindo Entara Sinergi Indonesia dalam membangun budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab.
Bagi TB Atang Solihin, profesionalisme bukan sekadar kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Lebih jauh, profesionalisme menyangkut sikap, komitmen dan konsistensi dalam memenuhi tanggung jawab.
«“Profesionalisme bukan hanya soal bagaimana kita menyelesaikan pekerjaan, tetapi bagaimana kita menjaga komitmen dan menghargai kepercayaan yang diberikan kepada kita.”»
Sebuah perusahaan tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah dari lingkungan sosial. Di dalam perjalanan usaha terdapat mitra, pekerja, masyarakat dan berbagai pihak yang memiliki peran dalam membangun ekosistem usaha.
Karena itu, sinergi menjadi bagian penting dalam pandangan TB Atang Solihin.
Menurutnya, kemajuan dunia usaha membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang sehat, baik antara perusahaan dengan mitra maupun dengan berbagai elemen masyarakat.
«“Tidak ada usaha yang benar-benar berdiri sendiri. Di dalamnya ada mitra, pekerja, masyarakat dan banyak pihak yang ikut menjadi bagian dari perjalanan. Karena itu, sinergi dan komunikasi harus terus dijaga.”»
Baginya, membangun relasi bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi menciptakan hubungan yang memiliki nilai dan manfaat dalam jangka panjang.
«“Kami ingin membangun hubungan yang bukan hanya kuat ketika ada kepentingan, tetapi tetap baik karena dibangun atas dasar saling menghargai, saling percaya dan saling memberikan manfaat.”»
Pandangan tersebut menempatkan hubungan profesional bukan hanya sebagai kebutuhan bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan yang berkelanjutan.
Perjalanan dunia usaha tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Perubahan zaman, persaingan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi.
Bagi TB Atang Solihin, tantangan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian dari proses untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas kerja.
«“Saya percaya bahwa perjalanan usaha tidak selalu lurus. Ada tantangan, ada proses evaluasi dan ada masa ketika kita harus kembali belajar. Justru dari proses itulah sebuah perusahaan bisa menjadi lebih kuat dan lebih matang.”»
Ia memandang bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak semata-mata diukur dari besarnya pertumbuhan usaha. Ada nilai lain yang jauh lebih penting, yakni kemampuan mempertahankan kepercayaan dalam setiap proses perjalanan.
«“Ukuran keberhasilan bukan hanya tentang seberapa besar kita tumbuh, tetapi juga tentang seberapa banyak kepercayaan yang mampu kita jaga selama perjalanan itu.”»
Reputasi merupakan aset yang dibangun melalui waktu. Sekali kepercayaan rusak, membangunnya kembali bukan perkara sederhana.
Kesadaran tersebut membuat TB Atang Solihin menilai bahwa setiap langkah perusahaan harus dipertimbangkan secara matang, sehingga pertumbuhan usaha tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab dan profesionalisme.
«“Nama baik dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hilang dalam waktu singkat. Karena itu, menjaga kepercayaan dan reputasi adalah tanggung jawab yang harus kami pegang dalam setiap langkah.”»
Dengan fondasi integritas, profesionalisme dan sinergi, CV Esyindo Entara Sinergi Indonesia diarahkan untuk terus berkembang sekaligus menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.
Pada akhirnya, perjalanan sebuah perusahaan bukan hanya tentang angka, pencapaian dan pertumbuhan. Di dalamnya terdapat kepercayaan yang harus dipelihara serta tanggung jawab yang harus dijalankan.
Bagi TB Atang Solihin, prinsip tersebut menjadi fondasi untuk terus melangkah.
«“Kami ingin tumbuh bukan hanya menjadi perusahaan yang dikenal, tetapi menjadi perusahaan yang dipercaya. Karena bagi kami, kepercayaan adalah kehormatan dan integritas adalah fondasi.”»



































