Siantar, Simalungun | LiputanBerita62.com | – Tim Investigasi Wartawan/pers mendatangi Perum Bulog Pematangsiantar, menindak lanjuti temuan dari lapangan terkait Program bantuan ketahanan pangan tahun anggaran 2025 dengan Nilai Pagu Rp. 1.278.000.000,- (Satu Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah) berupa gabah kering siap giling 180 TON, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun.
“Izin pak, perkenalkan Kami wartawan/pers maksud kedatangan bersilaturahmi dan bincang-bincang”, ujar awak media kepada Kepala Cabang Perum Bulog.
Perbincangan kami berlanjut dengan penjelasan yang diberikan Bapak B. Damanik dengan terbuka dan tanpa ada yang ditutupinya. Dalam kesempatan kali ini kami sangat berterimakasih kepada Kepala Cabang Perum Bulog Pematangsiantar B. Damanik didampingi Arywibowo yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk dapat kami wawancarai, terkait program pengadaan gabah kering siap giling 180 TON. Dan bahkan berlanjut dengan sejumlah penjelasan dari Bapak Ariwibowo yang memberikan informasi terkait program Perum Bulog yang berjalan selama di tahun 2025.
Dimana Perum Bulog sebagai garda terdepan menjaga stabilitas harga dan stok pangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terkhusus Perum Bulog Pematangsiantar yang menaungi 6 (Enam) wilayah Kabupaten/Kota antara lain Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
Adapun kinerja dari Perum Bulog Pematangsiantar adalah menyerap atau menerima hasil panen dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan Poktan (Kelompok Tani) yang berada di wilayahnya berupa gabah dan jagung dari hasil pertanian warga masyarakat, Gapoktan dan poktan.
Perum Bulog Cabang Pematangsiantar tidak pernah menyalurkan gabah kering siap giling sebanyak 180 TON, yang benar bahwa Perum Bulog Pematangsiantar menyerap hasil pertanian dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga Kelompok Tani (Poktan) dan yang di simpan ke gudang yang berada di Jalan Lintas Medan-Pematangsiantar untuk selanjutnya akan digiling menjadi beras medium dan di kemas menjadi beras SPHP.
(Effendy Pandapotan)






























