Ngariung Bareng Warga Bangkonol, Forwatu Banten: Kami Dengar, Kami Bergerak

Banten, Berita, Nasional69 Dilihat

Pandeglang LiputanBerita62.com– Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) menggelar kegiatan bertajuk Ngariung Bareng Warga Bangkonol pada Rabu (6/8). Acara ini digelar di salah satu rumah warga di Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, sebagai respon atas keresahan warga terkait rencana pengiriman sampah dari luar daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan warga, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu, hingga perwakilan dari berbagai elemen desa. Diskusi berjalan hangat, penuh semangat, namun tetap santun. Inti dari pertemuan ini adalah satu: warga menolak dengan tegas pengiriman sampah dari Tangerang Selatan ke wilayah mereka.

“Kami ingin lingkungan yang sehat, anak cucu kami berhak menghirup udara bersih. Jangan jadikan desa kami sebagai tempat buangan sampah dari kota,” ujar Ustadz, salah satu tokoh masyarakat Bangkonol.

Ketua Umum Forwatu Banten,
Arwan S.,Pd.,M.Si., yang hadir langsung di lokasi, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak aduan dan keluhan terkait rencana pengiriman ratusan ton sampah ke TPA Bangkonol. Forwatu memastikan akan menjadi jembatan perjuangan warga, serta siap melakukan aksi advokasi terbuka bila pemerintah tetap memaksakan.

“Kami tidak anti pembangunan. Tapi pembangunan yang tidak manusiawi dan merugikan rakyat kecil jelas harus kita lawan. Kami datang bukan hanya mendengar, tapi siap bergerak bersama,” tegasnya di hadapan warga.

Warga Siapkan Sikap Tegas

Dalam forum tersebut, warga sepakat menyusun rencana aksi damai dan pernyataan sikap tertulis yang akan disampaikan ke pemerintah daerah dan instansi terkait. Mereka juga meminta agar jalur logistik pengangkut sampah tidak melintasi jalan tol Rangkasbitung–Pandeglang yang berada dekat dengan pemukiman warga.

Warga menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan, seperti pencemaran udara, air, dan meningkatnya potensi penyakit akibat pengelolaan sampah yang tidak maksimal.

Forwatu: “Ngariung adalah Awal Perlawanan Bermartabat”

Selain menyerap aspirasi, Forwatu juga memberikan edukasi hukum dan lingkungan kepada warga. Mereka menjelaskan hak-hak masyarakat dalam menolak kebijakan yang merugikan serta langkah-langkah yang bisa diambil secara konstitusional.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan penandatanganan dukungan warga terhadap gerakan “Tolak Sampah Masuk Bangkonol”. Suasana penuh semangat namun tetap damai menunjukkan bahwa warga siap menyuarakan haknya dengan cara bermartabat.

–Achmad Khotib Kaperwil Banten-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *