Ketua SPN Lebak Sidik Uen Pimpin Perlawanan Buruh: Lawan Upah Murah, Hapus Outsourcing!

BANTEN Liputanberita62.com – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Lebak menggelar aksi besar-besaran mendesak pemerintah dan pengusaha agar menghentikan kebijakan upah murah serta sistem outsourcing yang menindas Kamis.

Dalam orasi berapi-api, Ketua DPC SPN Lebak, Sidik Uen, menegaskan bahwa perjuangan buruh bukan sekadar soal angka upah, melainkan soal martabat manusia.

“Buruh bukan mesin, buruh bukan budak. Outsourcing hanya menciptakan ketidakpastian kerja, sementara upah murah membuat kami semakin tercekik. Kami datang untuk menuntut hak, bukan meminta belas kasihan!” tegas Sidik Uen di hadapan ribuan massa aksi.

Aksi ini juga menuntut kenaikan upah tahun 2026 sebesar 8,5% – 10,5%, penghentian PHK semena-mena, reformasi perpajakan yang adil, hingga pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.

Di tengah lautan massa, seorang buruh perempuan bernama Maya meluapkan emosinya dengan suara bergetar namun penuh amarah:

“Kami ini manusia, bukan robot yang bisa dipakai lalu dibuang seenaknya! Tiap hari kami kerja banting tulang, tapi upah tidak pernah cukup buat kebutuhan anak-anak. Harga beras naik, listrik naik, tapi pemerintah diam saja. Outsourcing bikin kami hidup di atas ketidakpastian, kapan pun bisa di-PHK tanpa alasan. Kami sudah muak dipermainkan! Jika hari ini pemerintah masih tuli, maka kami akan terus turun ke jalan. Lebih baik mati melawan daripada hidup diinjak-injak!”

Sorak dukungan pun mengguncang suasana:

“Bangkit, bergerak, hancurkan tirani!”

“Diam tertindas atau bangkit melawan!!”

SPN Lebak menegaskan, jika pemerintah tetap menutup mata, gelombang aksi akan semakin membesar. Buruh siap mengepung kantor pemerintahan hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Satu hati, satu tekad, satu tujuan: hidup buruh, hidup rakyat!” teriak Sidik Uen menutup orasi perjuangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *