Dugaan Ketertutupan Dapur MBG Cibadak: Tim Forwatu Banten Dihalang Masuk, Transparansi Publik Dipertaruhkan

Banten, Berita, Nasional471 Dilihat

LEBAK –LiputanBerita62.com Upaya transparansi publik kembali diuji. Tim Khusus Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) mendapat perlakuan tak semestinya saat hendak memantau langsung Dapur MBG Sohibul Muslimin di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Selasa (7/10/2025).

Tim yang dipimpin oleh Eroy Bavik dan Desi Jaelani itu datang untuk memastikan bahwa pengolahan makanan bagi siswa penerima manfaat benar-benar memenuhi standar kebersihan, gizi, dan akuntabilitas anggaran. Namun, kedatangan mereka justru dihadang dan tidak diperkenankan masuk ke area dapur oleh pihak pengelola.

“Kami hanya ingin memastikan uang rakyat digunakan dengan benar—dari porsi, gizi, hingga kebersihan dapur. Tapi anehnya, kami malah dilarang masuk. Ini jelas melanggar semangat keterbukaan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” tegas Eroy Bavik, Ketua Tim Khusus Forwatu Banten.

Larangan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, dapur Sohibul Muslimin merupakan salah satu penyedia makanan bagi sejumlah sekolah negeri penerima program MBG di Kabupaten Lebak.
Apalagi, dapur tersebut pernah menjadi sorotan publik setelah viralnya video di media sosial yang memperlihatkan peralatan makan dicuci menggunakan air keruh.

“Sikap tertutup ini justru menimbulkan kecurigaan. Program publik seharusnya terbuka agar masyarakat percaya, bukan sebaliknya,” tegas Desi Jaelani, anggota tim pengawas Forwatu.

Forwatu Banten menilai, penghalangan akses terhadap tim pemantau merupakan tindakan yang mencederai prinsip partisipasi masyarakat dalam pengawasan program pemerintah, terlebih program yang bersumber dari APBD.

“Kami akan melaporkan kejadian ini secara resmi ke Dinas Pendidikan dan pihak penyelenggara MBG. Program yang niatnya baik tidak boleh dicederai oleh sikap tertutup dan tidak bertanggung jawab,” tegas Eroy.

Forwatu Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Banten, memastikan seluruh prosesnya berjalan bersih, transparan, dan berpihak kepada kesejahteraan serta kesehatan siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *