Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto, Rindukan PTFI di Pimpin Warga Pribumi Papua

TANAH PAPUALiputanberita62.com. Pdt. Ham Tenouye, M. Mis membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Bapak Prabowo Subianto adalah Presiden Republik Indonesia.

Dimana surat terbuka pada intinya menceritakan Kehidupan Masyarakat dari Tanah Papua dan sangat merindukan kekayaan alam yang dikelolah oleh PT Freeport Indonesia (PT.FI) yang tidak lain dipimpin oleh orang luar Papua, agar dapat di Pimpin oleh warga Putra Papua, tidak lain adalah sosok yang bernama Bpk FRANS PIGOME, SE, olehnya untuk lebih jelas lagi mari kita menyimak Surat Terbuka tersebut;

SURAT TERBUKA

Kepada Yth: Bapak
Prabowo Subianto ( PresidenRepublik Indonesia)
Di
Tempat.

Syalom sejarah dalam kasih Tuhan Yang Maha Esa. Papua adalah tanah yang dihuni oleh 8 Juta jiwa orang yang berambut keriting dan berkulit hitam pada beratus ribu tahun sebelum bangsa-bangsa berkulit putih dan berambut lurus datang hidup dan makan di atas negeri ini.


Namun saat ini penduduk asli Papua sudah menurun kira 3 juta jiwa khusus OAP di atas Tanah papua.

Papua bukan tanah kosong, Papua ada manusia yang memiliki gunung Emas memang kawi yaitu PTFI yang dikuasai oleh Amerika dan Indonesia pada tahun 1976 hingga saat ini sudah 59 tahun menggali emas berton-ton, tapi rakyat pemilik Tambang Emas hidup di bawah kemiskinan, tekanan, penindasan, dan juga dianggap musuh negara.

Setiap tanah dan dusun telah dibagi oleh sang Khalik supaya dapat mengelolah kekayaan alamnya, tetapi kami rakyat Papua juga sadar bahwa selama ini tidak ada orang Papua yang muncul untuk mampu memimpin perusahaan selevel PTFI sehingga perusahaan ini sudah dipimpin oleh sekian orang selama 59 tahun oleh orang-orang asing termasuk orang Indonesia.

Bpk Presiden RI, Prabowo Subianto yang terhormat, kami rakyat Papua sudah mempersiapkan diri untuk memimpin PTFI, untuk itu kami memohon kepada bapak untuk mengangkat dan melantik Kaka kami putra terbaik Papua yaitu Bpk FRANS PIGOME SE sebagai Presiden Direktur PTFI untuk menjadi tuan diatas tanahnya sendiri.

Kami rakyat Papua merasa ini yang terbaik, untuk mengantisipasi terjadinya gejolak sosial, politik dalam kalangan masyarakat Papua dan juga secara global.

Pernyataan sikap alasan Mengapa kami rakyat Papua sepakat Memohon Bpk FRANS PIGOME, SE diangkat sebagai Presiden PT.FI sbb:

  1. Orang Papua selama ini diam karena tidak ada figur orang Asli Papua yang mampu memimpin perusahaan raksasa seperti PTFI selama 59 tahun. Tapi hari ini orang Papua sudah siap memimpin PTFI sesuai undang – undang Otonomi khusus Papua.
  2. Orang Asli Papua sudah saatnya memimpin PT.FI untuk membendung dinamika konflik sosial, politik, ketimpangan ekonomi dalam kalangan masyarakat lokal dan masyarakat secara global.
  3. PT.FI harus dipimpin oleh orang Papua untuk mensejahterakan masyarakat akar rumput dengan pendekatan hati-ke hati, supaya mereka bisa merasakan kesejahteraan dari hasil gunung emas mereka.
  4. Bpk Presiden RI yang terhormat, mohon pertimbangkan permohonan kami dari rakyat pemilik Tambang Emas, ini sebagai permohonan pertama dan terakhir dari seluruh Rakyat dan alam semesta Papua dari Sorong sampai Meruke, bila Bpk tidak berkenan menerima permohonan ini, maka konsekuensinya rakyat dan alam Papua dengan terpaksa akan memilih jln sendiri untuk menentukan nasip dengan cara kami sendiri. Demikian permohonan kami kepada Bpk Presiden Prabowo Subianto, kiranya dapat mengabulkan permohonan ini, kiranya Tuhan yang maha Esa memberkati dalam tugas dan tanggung jawab.

Oleh: Pdt. Ham Tenouye, M. Mis

Sementara itu ada sebuah foto langka tahun 1996 di Lembang, Bandung, kini kembali mencuat dan bikin publik tercengang.

Dalam foto itu, tampak Letjen TNI Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat Komandan Jenderal Kopassus, tengah menyerahkan beasiswa penuh kepada seorang mahasiswa Papua bernama Frans Pigome.

Bukan sembarang mahasiswa — Frans kala itu adalah Ketua Umum Mahasiswa Irian Jaya se-Jawa dan Bali, sosok muda yang berjuang memperjuangkan masa depan anak Papua lewat pendidikan. Dan di hadapan para mahasiswa, Prabowo menunjukkan sikap yang jarang terlihat dari seorang jenderal: memberi harapan dan kesempatan nyata bagi anak Papua untuk maju.

“Waktu itu Bapak Prabowo bilang, anak Papua harus sekolah tinggi, harus jadi pemimpin di masa depan. Dari situ saya dapat beasiswa penuh. Berkat beliau, saya bisa menyelesaikan kuliah,” kenang Frans Pigome dengan nada haru.

Kisah ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah bukti konkret bahwa perhatian Prabowo terhadap Papua sudah dimulai jauh sebelum ia menjadi Presiden.

Saat sebagian besar pejabat mungkin hanya datang memberi janji, Prabowo datang memberi peluang dan tindakan nyata.


Frans Pigome mengaku sangat berutang budi kepada Presiden Prabowo Subianto. “Kalau bukan karena beliau, mungkin saya tidak akan berdiri di tempat saya sekarang,” ujarnya.

Kini, dua puluh sembilan tahun kemudian, momen itu menjadi simbol kuat — bahwa kepedulian terhadap Papua bukanlah hal baru bagi Prabowo, melainkan komitmen panjang yang telah ia tunjukkan sejak masih memimpin pasukan elit TNI.

Foto yang kembali viral ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah tangan tulus dari seorang pemimpin bisa mengubah masa depan seorang anak bangsa dari ujung timur Indonesia.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *