Cirebon,liputanberita62.com – Ketua Yayasan Guyub Berkah Sejahtera Cirebon, Deddy Sumedi diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Deddy merupakan seorang staf di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hilmy Rivai akan memastikan kalau Deddy adalah seorang staf di Bapenda Kabupaten Cirebon.
“Kami akan pastikan yang bersangkutan adalah staf di Bapenda. Kami belum tahu,” kata Hilmi, Rabu (12/2/2025).
Penyidik KPK memeriksa lima ketua yayasan sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait penyaluran dana CSR dari BI. Pemeriksaan berlangsung di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, pada Selasa (11/2/2025).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, selain Deddy, KPK pun memeriksa Sudiono, yang menjabat sebagai Anggota KPU Kabupaten Cirebon sekaligus Ketua Yayasan Al-Kamali Arya Salingsingan Cirebon; Abdul Mukti, Ketua Pengurus Yayasan Al Firdaus Warujaya Cirebon; serta Ali Jahidin, Ketua Pengurus Yayasan As-Sukiny sekaligus guru di SMPN 2 Palimanan, Kabupaten Cirebon. Selain itu, diperiksa pula Ida Khaerunnisah, yang sejak Ketua Yayasan Al-Fairuz Panongan Palimanan.
Kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) memasuki babak baru setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan.
Dugaan penyalahgunaan dana ini pertama kali terungkap pada Agustus 2024, ketika muncul indikasi bahwa sebagian anggaran CSR BI tidak disalurkan sesuai peruntukannya.
Program CSR BI dirancang untuk mendukung berbagai inisiatif sosial, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Namun, pada pertengahan 2024, KPK mulai mencurigai adanya penyelewengan dalam alokasi dana tersebut. Investigasi awal menunjukkan adanya indikasi sebagian dana justru digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tertentu.






























