Jakarta, Liputanberita62.com-PT Sharp Electronics Indonesia kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sharp Class. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan SMKN 35 Jakarta pada Rabu, (29/7/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di SMKN 35 Jakarta Barat dan dihadiri oleh Lise Tiasanty, S.IP., M.M., Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Sopandi, M.Pd., Kepala SMKN 35 Jakarta, serta Muchlis, SP., MSE., Kepala Seksi SMK, Kursus, dan Pelatihan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat.
Melalui program ini, Sharp Indonesia menghadirkan pembelajaran berbasis kebutuhan industri yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori di sekolah dengan praktik di dunia kerja. Kehadiran Sharp Class diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan SMK sehingga lebih siap menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Sebanyak 25 siswa terpilih dari SMKN 35 Jakarta akan mengikuti program Sharp Class selama tiga bulan. Para peserta akan mendapatkan pembelajaran intensif dari tim profesional Divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia dengan kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan industri, khususnya di bidang Audio Video. Selain teori, siswa juga memperoleh pengalaman praktik, pembentukan karakter, budaya kerja industri, kedisiplinan, hingga peningkatan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.
“Sharp percaya bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja. Kami berharap kolaborasi bersama SMKN 35 Jakarta dapat melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi bagi industri nasional,” ujarnya.
Kepala SMKN 35 Jakarta, Sopandi, M.Pd., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung dunia industri memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi siswa.
“Kerja sama dengan Sharp Indonesia merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi sekolah kami. Program ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena siswa memperoleh materi langsung dari praktisi industri. Kami optimistis program ini akan meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di dunia kerja,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Muchlis, SP., MSE., Kepala Seksi SMK, Kursus, dan Pelatihan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan merupakan implementasi nyata konsep link and match yang selama ini terus didorong pemerintah.
“Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti Sharp Class merupakan implementasi nyata konsep link and match yang terus kami dorong. Kami mengapresiasi komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan berharap semakin banyak industri yang terlibat dalam mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Program Sharp Class sendiri telah berjalan sejak 2012 sebagai salah satu program CSR unggulan PT Sharp Electronics Indonesia di bidang pendidikan vokasi. Hingga kini, program tersebut telah diterapkan di 28 SMK yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Padang, Malang, Denpasar, Banjarmasin, hingga sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Sejak pertama kali dilaksanakan, 923 siswa telah mengikuti Sharp Class. Sekitar 10 persen di antaranya berhasil bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia, sementara lulusan lainnya berkarier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional, bahkan membangun usaha secara mandiri.
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Sharp Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi yang erat antara dunia industri, pendidikan, dan pemerintah.
Menutup rangkaian kegiatan, Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan investasi pada manusia. Melalui Sharp Class, kami ingin mendukung lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global,” tutupnya.
Dengan hadirnya Sharp Class di SMKN 35 Jakarta, diharapkan semakin banyak lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri.
(Mardi Golindra)




































