LEBAK- LiputanBerita62.com BMI Kopsyah adalah singkatan dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia. Ini merupakan koperasi simpan pinjam dan pembiayaan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Kopsyah BMI fokus pada pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program, seperti simpanan, pinjaman, pembiayaan, dan pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf).
Kopsyah BMI dikenal berintegritas dapat menjadi model koperasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan spiritual.
Keberadaan BMI Kopsyah dirasakan bermanfaat bagi masyarakat baik anggota maupun masyarakat lainnya.
Namun, tidak dengan manajemen pengelolaan di area Warunggunung. Pola manajerial yang dilakukan oleh Muhamad Endra disinyalir tidak memenuhi kriteria sebagai manajer area sehingga kepercayaan masyarakat menurun terhadap layanan dan aduan.
“Saya wajib mengingatkan kepada Pimpinan Perusahaan tertinggi di BMI Kopsyah bahwa Nama baik BMI Kopsyah yang sudah bersinergi dengan Forwatu Banten akan tergerus hanya karena sikap yang acuh dari Manajer Area! Saya datang dengan pengurus untuk menanyakan soal ditahannya Simpanan Wajib Tiga Anggota Koperasi oleh Manajer Area yang tidak ditindaklanjuti secara cepat! Namun dengan jawaban santai yang tidak solutif pihak BMI Kopsyah hanya memberikan jawaban akan diproses tanpa memberikan penjelasan yang konkret!” Papar Arwan dengan nada marah!
“Yang lebih tersinggung ialah penolakan secara halus usulan Kami (Forwatu Banten) yang meminta pihak BMI Kopsyah melalui Endra (Manajer Area) melakukan pemeriksaan terhadap Rumah Eman yang viral di media nasional untuk dikunjungi! Soal Acc kan bukan di Dia! Dia wajib menampung apalagi BMI Kopsyah dan Forwatu Banten sudah menjadi mitra strategis dalam memberikan kenyamanan terhadap usahanya!” Lanjut Arwan.
Masih kata Arwan Ia akan bersurat kepada Top Manajemen untuk segera memecat Endra karena tak layak dijadikan Manajer Area di wilayah Warunggunung.
“Saya tidak bisa intervensi namun Saya yakin keresahan masyarakat terhadap sikapnya yang apatis akan dipertimbangkan oleh Top Manajemen BMI Kopsyah yang dikenal sebagai lembaga keuangan terbaik di mata masyarakat! Saya sudah minta Sekum Forwatu untuk buat surat usulan Pemecatan Saudara Endra agar diganti dengan Figur lain yang lebih Humble dan diterima masyarakat sekitar.” Ungkapnya.
Sementara itu Wakil Ketua 5 Bidang Kerohanian dan Sosial Kemasyarakatan Forwatu Banten menyayangkan sikap Manajer Area yang terkesan tidak profesional dalam menangani aduan dan usulan.
“Saya sih heran! Masa Presidium Kami yang datang langsung ke kantornya atas dasar persekawanan ditanggapi datar! Padahal beliau mengusulkan agar nama BMI Kopsyah lebih menguat di mata nasional namun Manajer Area tidak merespons dengan baik! Beda seperti halnya di Area lain, yang saat itu Kami didampingi langsung chek lokasi sekolah Madrasah Diniyah yang roboh di kecamatan Banjarsari mereka gercep meskipun keputusan bantuannya bukan dari Area tapi minimal ada tindakan serius dari usulan masyarakat yang respect terhadap BMI Kopsyah!” Kata Gatot yang ditugaskan sebagai Wakil Ketua 5 Forwatu Banten.
Melalui telepon seluler Humas Forwatu Banten melaporkan hasil rapat khusus yang digelar oleh Forwatu Banten di sekretariat Forwatu Banten pasca kunjungan Presidium Forwatu Banten ke Kantor BMI Kopsyah.
“Saya mendapatkan mandat untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk mengabarkan soal kekecewaan lembaga Kami terhadap perilaku apatis Manajer Area BMI Kopsyah Warunggunung. Hasil rapat tadi menyampaikan dua hal pertama segera kembalikan hak anggota karena sejak dua bulan diminta tidak direspon kedua pecat Saudara Endra sebagai Manajer Area jika ingin terbangun kondusifitas di Wilayah Warunggunung!” Ujar Humas Forwatu Banten yang memiliki nama Lengkap Agus Sugianto Wibowo.






























