Lebak, LiputanBerita62.com – Dalam suasana hangat penuh keakraban yang berpadu dengan nuansa kekeluargaan, Silaturahmi Kader Srikandi DPW BADAK BANTEN berlangsung penuh makna pada Minggu, 7 Juni 2026, bertempat di Cafe Duren Cabang Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan yang menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan internal organisasi ini digelar langsung oleh Ketua DPW BADAK BANTEN Provinsi Banten, Asep Pahrudin. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran penting organisasi, di antaranya Koh Didi selaku perwakilan Ketua Umum DPP BADAK BANTEN, Mak Badak, jajaran Srikandi DPP, serta Hj. Deviani Idris bersama para kader Srikandi dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Sejak awal kegiatan dimulai, suasana kebersamaan langsung terasa kuat. Tidak ada sekat formal yang kaku, melainkan interaksi hangat yang mencerminkan eratnya ikatan emosional antar kader yang hadir dalam satu ruang silaturahmi.
Acara dibuka dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara khidmat oleh seluruh peserta. Momen ini menjadi simbol kuatnya semangat nasionalisme sekaligus penegasan bahwa setiap langkah organisasi tetap berpijak pada nilai persatuan dan kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Deviani Idris memberikan pesan yang menjadi sorotan para kader, khususnya terkait keseimbangan peran perempuan dalam organisasi dan keluarga.
“Perempuan boleh mengikuti organisasi apa pun, tapi harus tetap ingat kewajiban kita kepada keluarga. Organisasi itu penting, tetapi tanggung jawab sebagai ibu, istri, dan bagian dari keluarga tetap harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Memasuki sesi sambutan, Ketua Srikandi DPW BADAK BANTEN, Nia, menyampaikan pesan penuh semangat tentang pentingnya kekompakan dan penguatan peran Srikandi dalam tubuh organisasi.
Sementara itu, Ketua Srikandi DPP BADAK BANTEN menegaskan pentingnya loyalitas serta kontribusi aktif Srikandi dalam menjaga citra organisasi di tengah masyarakat.
Suasana semakin menguat ketika Ketua DPD BADAK BANTEN Kabupaten Lebak, Mus Nanang, menyampaikan pernyataan tegas mengenai pentingnya menjaga soliditas organisasi di tingkat akar rumput.
“Saya tegaskan, kekuatan BADAK BANTEN ada pada kebersamaan. Jangan pernah terpecah oleh kepentingan apa pun. Kita harus tetap satu barisan, satu komando, dan satu tujuan demi menjaga marwah organisasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa Srikandi merupakan garda sosial yang memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan organisasi di tengah masyarakat, dengan ketangguhan dan kepekaan sosial yang tinggi.
Ketua DPW BADAK BANTEN Provinsi Banten, Asep Pahrudin, turut menegaskan bahwa Srikandi bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan kekuatan utama dalam membangun gerakan sosial yang humanis, solid, dan dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPP BADAK BANTEN menekankan pentingnya penguatan komunikasi, koordinasi, dan sinergi lintas struktur agar organisasi terus berkembang dan memberikan dampak nyata.
Berdasarkan pantauan Pilar Post di lokasi, kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. Diskusi hangat, tawa ringan, hingga pertukaran gagasan antar kader menciptakan atmosfer kekeluargaan yang begitu hidup dan menyatu.
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada struktur formal, tetapi juga pada ikatan emosional yang tumbuh dan dijaga di antara para kader.
Menjelang akhir acara, suasana semakin cair dan penuh kehangatan. Para Srikandi menikmati momen kebersamaan yang jarang terjadi dalam agenda formal organisasi.
Puncaknya terjadi ketika Ketua Srikandi DPW BADAK BANTEN, Nia, mempersembahkan lantunan lagu yang disambut antusias seluruh peserta. Suara merdu yang dibawakan dengan penuh penghayatan menghadirkan suasana haru, hangat, sekaligus mempererat kebersamaan.
Para kader tampak larut, bernyanyi bersama, tersenyum, bahkan mengabadikan momen tersebut sebagai simbol kuatnya persaudaraan dalam tubuh organisasi BADAK BANTEN.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin organisasi, melainkan menjadi barometer nyata bahwa BADAK BANTEN masih berdiri kokoh dalam satu barisan, satu semangat, dan satu tujuan perjuangan.
Di tengah dinamika organisasi dan tantangan sosial yang terus bergerak, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada jabatan, melainkan pada solidaritas dan kesetiaan yang tumbuh dari bawah hingga ke seluruh struktur organisasi.
Dari ruang sederhana di Cafe Duren Rangkasbitung itu, lahir pesan yang kuat dan tidak tertulis: bahwa organisasi akan tetap hidup bukan karena nama besar, melainkan karena api kebersamaan yang terus dijaga agar tidak pernah padam.
Dan ketika kebersamaan itu sudah menyatu, maka yang tersisa bukan lagi sekadar organisasi — tetapi gerakan yang kokoh, solid, dan tidak mudah digoyahkan oleh waktu maupun kepentingan yang mencoba memecahnya.
“Karena dalam setiap barisan yang solid, tidak ada ruang bagi perpecahan. Yang ada hanya satu pilihan: bertahan, bergerak, dan menang bersama.”



































