Dari Pantai Sawah Kabayan, Semangat Menjaga Bumi Menggema untuk Indonesia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Kesadaran Lingkungan dan Gotong Royong Masyarakat Pesisir

LEBAK, LiputanBerita62.com — Matahari pagi baru saja menyapa ufuk selatan Kabupaten Lebak ketika ratusan pasang tangan mulai bergerak di sepanjang pesisir Pantai Sawah Kabayan, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam. Mereka datang bukan membawa kepentingan pribadi, bukan pula mengejar keuntungan. Mereka hadir dengan satu misi sederhana namun bermakna besar: menjaga bumi yang menjadi rumah bersama.

Di bawah semilir angin pantai dan deburan ombak yang memecah bibir pesisir, masyarakat berdiri berdampingan bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen warga lainnya. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan status sosial. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan untuk menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kecamatan Wanasalam pun berubah menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi gerakan moral yang mengingatkan bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Kegiatan corve atau kerja bakti kebersihan yang dipusatkan di kawasan Pantai Sawah Kabayan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Wanasalam sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Camat Wanasalam, Parid Surawan, S.E., bersama Kapolsek Wanasalam AKP Subara, S.IP., unsur Pos TNI AL, Koramil yang diwakili Babinsa Serka Hery, serta Pemerintah Desa Muara itu menjadi simbol kuat bahwa kepedulian lingkungan hanya dapat tumbuh melalui kolaborasi dan keteladanan.

Sebelum kegiatan dimulai, Camat Wanasalam Parid Surawan menyampaikan pesan yang sarat makna kepada seluruh peserta.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni dan slogan semata. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat sinergi seluruh unsur dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun masa depan yang lebih baik, harapannya kegiatan ini tidak sebatas momen tertentu, tetapi agar terus dilakukan secara berkala oleh seluruh elemen” ujarnya.

Pesan tersebut seakan menjadi energi yang menyatukan seluruh peserta. Sampah yang sebelumnya berserakan perlahan terkumpul. Area pantai yang dibersihkan kembali terlihat lebih tertata. Di balik aktivitas sederhana itu tersimpan makna besar tentang kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Kapolsek Wanasalam AKP Subara menegaskan bahwa budaya gotong royong harus terus dirawat sebagai kekuatan sosial masyarakat.

“Saya ingin semangat kebersamaan ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Gerakan Jumat Bersih bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi bukti nyata keseriusan kita menjadikan Wanasalam sebagai contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan, pesan penting yang harus di cermati dan di patuhi untuk semua para pedagang umkm pesisir pantai, agar tidak menjual produk yang melanggar seperti, miras dan sejenisnya,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Muara, Ujang, yang menyebut tingginya partisipasi berbagai pihak sebagai harapan baru bagi tumbuhnya kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

“Saya sangat terharu melihat banyak pihak yang masih peduli terhadap lingkungan. Semoga Gerakan Indonesia Asri ini mampu menjadi inspirasi bagi warga Desa Muara dan seluruh masyarakat Kecamatan Wanasalam untuk semakin mencintai kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Di penghujung kegiatan, Babinsa Serka Hery menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada para pedagang dan warga yang beraktivitas di kawasan wisata Pantai Sawah Kabayan.

“Mari kita jaga bersama kebersihan pantai ini. Ketika lingkungan bersih, pengunjung merasa nyaman, ekonomi masyarakat tumbuh, dan daerah kita semakin dikenal,” pesannya.

Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi bangsa saat ini, aksi yang lahir dari pesisir selatan Lebak tersebut menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Perubahan justru lahir dari kepedulian sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan terus menerus.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Wanasalam akhirnya meninggalkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan bersih-bersih. Ia menjadi pengingat bahwa bumi tidak membutuhkan janji, melainkan tindakan nyata.

Karena sesungguhnya, pantai yang bersih bukan hanya menghadirkan pemandangan yang indah. Ia menjaga kesehatan masyarakat, menghidupkan pariwisata, menggerakkan ekonomi rakyat, dan mewariskan harapan bagi generasi yang akan datang.

Dari Pantai Sawah Kabayan, Wanasalam mengirimkan pesan kepada Indonesia: menjaga lingkungan bukan tentang siapa yang memulai, melainkan tentang siapa yang mau bergerak bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *